Minggu, 07 Mei 2017

KAPITA SELEKTA PEMANFAATAN DAN PENGOLAHAN BUAH NANAS MADU UNTUK MENINGKATKAN NILAI JUAL TERHADAP PASAR DI KABUPATEN PEMALANG

KAPITA SELEKTA
PEMANFAATAN DAN PENGOLAHAN BUAH NANAS MADU UNTUK MENINGKATKAN NILAI JUAL TERHADAP PASAR
 DI KABUPATEN PEMALANG






Disusun oleh :
Muhammad Adhi Prasetio
20150220221





PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2017


I. PENDAHULUAN

A. Komoditi nanas madu

Nanas merupakan tanaman buah berupa semak yang memiliki nama ilmiah Ananas comosus. Memiliki nama daerah danas (Sunda) dan neneh (Sumatera). Dalam bahasa Inggris disebut pineapple dan orang-orang Spanyol menyebutnya pina. Nanas berasal dari Brasilia (Amerika Selatan) yang telah di domestikasi disana sebelum masa Colombus. Pada abad ke-16 orang Spanyol membawa nanas ini ke Filipina dan Semenanjung Malaysia, masuk ke Indonesia pada abad ke-15, (1599). Di Indonesia pada mulanya hanya sebagai tanaman pekarangan, dan meluas dikebunkan di lahan kering (tegalan) di seluruh wilayah nusantara. Tanaman ini kini dipelihara di daerah tropik dan sub tropik.
Buah nanas mengandung vitamin C dan A yang dibutuhkan oleh tubuh, selain menyehatkan, menyembuhkan juga dapat mengembalikan semangat aktifitas dan menyegarkan tubuh. Hingga kini belum banyak masyarakat menyadari manfaat pada buah nanas. Bahkan tidak jarang masyarakat mengetahui bahwa buah nanas madu ini mengandung banyak vitamin yang diperlukan oleh tubuh.  
Tabel kandungan Gizi Buah Nanas Madu (tiap 100 gr )
Unsur gizi
Kandungan
Kalori    (kal)
Protein (g)
Lemak (g)
Karbohidrat (g)
Kalsium (Mg)
Fosfor (Mg)
Besi (Mg)
Vitamin A (SI)
Vitamin B (Mg)
Vitamin C (Mg)
Air (g)
52
0,4
0,2
13,7
16
11
0,3
130
0,08
24
85,3
Sumber : Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI (1996)

B. Produksi nanas madu

Potensi pengembangan nanas madu masih cukup luas lebih kurang 600 ha, meskipun budidaya nanas madu masih secara konvensional, tetapi nanas organik yang sangat diminati oleh masyarakat di Kabupaten Pemalang termasuk di luar Kabupaten. Sentra utama pengembangan nenas di Kabupaten Pemalang, tersebar di 3 (tiga) Kecamatan, yaitu Kecamatan Belik, Moga dan Pulosari. Disamping itu, nanas juga memungkinkan dikembangkan di Kecamatan lainnya. 
Masa panen nanas di Kabupaten Pemalang berlangsung sepanjang tahun, panen raya nanas terjadi pada bulan April hingga September (5 bulan). budidaya nanas di Kabupaten Pemalang dilakukan secara sederhana/tradisional di lahan, pekarangan dan tegalan. Kebun nanas pada umumnya berupa bentuk hamparan dibawah tegakan tanaman cengkeh, kopi dan Jabon pada kondisi tanah berbatu dengan produksi rata-rata 40.000 butir/ha berupa hamparan tanaman nanas di lahan petani, 80 ha lagi dilahan perhutani. Tanaman nanas ditanam pada ketinggian 650 mdpl.
Potensi pengembangan nanas di Kabupaten Pemalang masih cukup luas, namun sesuai dengan tata guna lahan untuk peruntukan tanaman nanas masih ada peluang pengembangan nanas seluas 300 ha pada tahun 2012 yang meliputi kecamatan Belik, Pulosari dan Moga.
No
Kecamatan
Luas areal (Ha)
Luas Panen (Ha)
Rata- rata Hasil (Ton/Ha)
1
Belik
474
312
18.960
2
Moga
40
27
1.600
3
Pulosari
17
10
8.600













Sumber : Departemen Pertanian Wilayah Pemalang

C. Permintaan nanas madu

Pada mulanya nanas madu oleh para petani di Belik Pemalang dimanfaatkan sebagai tanaman kelestarian lingkungan hidup untuk menghindari tanah longsor. Oleh karena itu ditanam pada tanah sengkedan, sehingga tidak terjadi longsor, akan tetapi sekarang ini merupakan budiddaya yang diusahakan petani karena sangat menguntungkan. Nanas salah satu komoditi buah unggulan Indonesia yang banyak digemari masyarakat lokal maupun luar negeri.. Berdasarkan data BPS Tahun 2012, produksi nanas di Indonesia mencapai 1.275.490 ton atau sekitar 7,05 % dari produksi buah nasional. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) 2013,impor buah Indonesia mencapai 502,3 ribu ton dengan nilai 647,3 juta dollar AS untuk buah segar dan kering.
tujuan ekspor sebagian besar nanas Indonesia diekspor ke Amerika Serikat, Belanda dan Spanyol. Untuk tahun 2014, ekspor nanas Indonesia ke Amerika Serikat mencapai 29,13% dari total ekspor nanas, diikuti oleh Belanda (11,14%) dan Spanyol (9,13%). Ekspor nanas ke ketiga negara tersebut secara kumulatif mencapai 49,40%. Impor nenas Indonesia sebagian besar berasal dari Vietnam, Thailand, Austria dan Uni Emirat Arab yang merupakan impor nanas. Pada tahun 2014 impor nenas dari Vietnam mencapai 42,12%, diikuti oleh Thailand (33,19%), Austria (13,57%) dan Uni Emirat Arab (6,06%)
Ekspor Nanas Indonesia
Impor Nanas Indonesia
2013
179.096
2013
260
2014
192.315
2014
170
Sumber : epublikasi.setjen.pertanian.go.id/
Nanas madu merupakan komiditi unggulan di Pemalang, oleh karena itu banyaknya permintaan pasar akan kebutuhan konsumen. Didaerah Pemalang sekarang banyak yang membudidayakan tanaman nanas madu untuk menunjang  perekonomian dalam keluarga. Para petani nanas madu biasanya selain menjual kepada tengkulak mereka juga memasarkan nanas madu ini ke supermarket,pusat oleh-oleh dan swalayan. Adapun produk olahan dari buah nanas madu yang diminati oleh banyak konsumen.

II. produk dan proses produksi

A. gambaran produk

Bahan pangan pada umumnya tidak selalu dikonsumsi secara langsung tetapi sebagian besar diolah menjadi berbagai jenis bentuk olahan makanan lainnya. Nanas madu tidak hanya enak dikonsumsi langsung sebagai buah. Banyak yang mengolah nanas madu ini menjadi makanan yang diminati dan menjadi sumber penghasilan tersendiri. Dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi kini dari buah nanas dapat diolah menajadi berbagai macam produk, diantaranya selai nanas, dodol nanas, sirup nanas. Diketahui didalam buah nanas banyak mengadung vitamin yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia.

B. proses produksi

Di daerah Kabupaten Pemalang untuk produk nanas madu yang sudah diproduksi dalam skala industri rumah tangga dan telah mempunyai pasar adalah sirup, dodol dan selai nenas. Oleh sebab itu teknologi pengolahan produk ini perlu dioptimalkan agar menghasilkan produk dengan kualitas tinggi dan stabil, sehingga mempunyai daya simpan dan keamanan tinggi.
1.    Penyiapan Bahan Baku
Penyipaan bahan baku dilakukan untuk memisahkan buah nanas yang kualitas baik dengan buah nanas kualitas kurang baik sehingga tidak mempengaruhi rasa dari produk olahan tersebut.
2.    Proses Pengolahan bahan baku
Nanas madu yang sudah dilakukan sortasi selanjutnya dicuci terlebih dahulu agar tidak ada kotoran pada bagian luar buah nanas madu, penanganan selanjutnya membersihkan kulit pada buah nanas madu dan dipisahkan dari daging buah nanas yang akan diolah nantinya. Daging buah nanas madu yang sudah dipisahkan selanjutnya dicuci kembali untuk membersihkan sisa kotoran setelah penanganan sebelumnya. Penanganan ini berguna agar rasa dari produk olahan tidak berubah dan tetap higenis, selanjutnya daging buah dioalah sesuai dengan penganan produk olahan yang akan diproduksi. Perbedaan produk nanas madu ini mempengaruhi penanganan pada pengoalahan yaiti dengan menambahan bahan lain untuk setiap produk olahan.
Pengolahan sirup nanas dilakukan penghancuran daging buah setelah sebelumnya dilakukan pengupasan, setelah itu daging yang sudah dihancurkan diperas agar mendapatkan sari buah nanas madu. Sari buah ditambahkan gula (60%), sitrat, garam dan agar untuk bahan penstabil. Campuran tersebut kemudian dipanaskan dengan suhu 850 °C, selanjutnya proses penyaringan dan pendingan dengan suhu ±40 °C. Setelah itu sirup bisa dibotolkan dan dilakukan pasteurisasi untuk memperlambat pertumbuhan mikroba pada sirup.
Pengolahan selai nanas tidak jauh berbeda dengan pembuatan sirup nanas hanya saja penambahan gula sebanyak (55%) dan tidak ada penambahan sitrat, garam dan agar .
Produk olahan dodol setelah proses penghancuran dilakukan penyaringan untuk memisahkan ampas nanas dengan sari buah. Sari buah dipanaskan hingga berbentuk bubur kemudian dicampurkan gula,santan dan tepung ketan setelah itu aduk hingga adonan berbentuk dodol diatas wajan yang dipanaskan. Proses selanjutnya setelah adonan berbentuk dodol ditiriskan dan dilakukan pengemasan sesuai dengan timbangan berat kemasan.

Proses pembuatan sirup nanas

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgancBeSbAKgByYjcBJyDHkdqLij7a-EFGcC_zJbzROCVhyF_0jmBZn7fWzH_kIK_zo1708RDBVjG8uJbC-1s77Ee9tpfNNob1-a7X_-MG9rLk8XstPKHU6P_NBzy2UFIQ0TfwCjkUO8yk/s1600/cdxfd.PNG
Proses pembutan selai nanas

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjt8Tq2EkBHLp5krPvmara4_vuk4smsVgfk0-PvXec_3KS_IB94JQfrWlOAFYUzQpfunltySTTImaFZLYHsQhvedGBrtqFIQSUuGtxr9rdWPXdRvfW9B2PEWVkCp6glUI8T39Xr3D1vbq8/s1600/mnnmm.PNG
Proses pembuatan dodol
nanas

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMvMMp3Xap7Xb9ycvvvR52g7LAOZFe-F0Gv2vgmJ-VXTBxoMFvHUBsZHrYwTckc8JEvCzkt46VSILONogr8dm8PdCbbWC3rFHzteY8-ockLgvb6sNFNTvu-cWfo2XLb8ma2Rh2jnKzYTk/s1600/aaaaaaaaaaaaaa.PNG




III. Pembahasan

Harga eceran bibit nanas madu dijual oleh penangkar bibit dan pembudidaya nanas madu Pemalang terbilang sangat murah. Bibit dijual Rp 2 ribu dengan ukuran 25-30cm.
Pembibitan nanas madu dilakukan beberapa tahapan untuk mendapatkan bibit nanas madu unggulan sehingga buah yang dihasilkan untuk diproduksi mempunyai grade yang baik. Adapun tahapan pembibitan yang dilakukan oleh petani di Kabupaten Pemalang dibantu oleh dinas Pertanian Kabupaten Pemalang dengan penyuluhan secara berkala.
1.      Persemaian Tanaman.
Persemaian untuk nanas memerlukan perlakuan khusus. Langkah dalam menyiapkan media semai dalam bak persemaian berupa tepung (misalnya Rootone) pada permukaan belahan batang untuk mempercepat pertumbuhan akar. Belahan batang pada bak persemaian disemaikan sedalam 1,5 – 2,5 cm dan jarak tanam 5-10 cm. Kondisi media persemaian dijaga agar tetap lembab dan sirkulasi udara baik, dengan menutup bak persemaian dengan lembar plastic tembus cahaya (bening).
Stek batang nanas dibiarkan bertunas dan berakar. Tempat persemaian baru yang medianya disuburkan dengan pupuk kandang disiapkan. Campuran media berupa tanah halus, pasir dan pupuk kandang halus (1:1:1) atau pasir dengan pupuk kandang halus (1:1). Langkah terakhir adalah memindahtanamkan bibit nanas dari persemaian perkecambahan ke persemaian pembesaran bibit.
2.      Pemeliharaan Bibit
Pemeliharaan pembibitan/persemaian penyiraman dilakukan secara berkala dijaga agar kondisi media tanam selalu lembab dan tidak kering supaya bibit tidak mati. Pemupukan dilakukan dengan pemberian pupuk kandang dengan perbandingan kadar yang sudah ditentukan. Penjarangan dan pemberian pestisida dapat dilakukan jika diperlukan.
3.      Pemindahan Bibit
Pemindahan bibit dapat dilakukan jika ukuran tinggi bibit mencapai 25-30 cm atau berumur 3-5 bulan
Usaha nanas madu merupakan usaha agribisnis yang sangat menjanjikan dari segi ekonomi, sifat tanaman nanas madu yang bandel, minim risiko dan kebutuhan buah nanas madu yang sangat tinggi bisa dijadikan salah satu alasan mengapa harus memilih membudidayakan buah ini.
Tingkat permintaan konsumen yang tinggi terhadap produk olahan nanas madu sehingga dapat meningkatkan harga komoditi tersendiri. Produk olahan ini tentunya tidak kalah bersaing dengan produk olahan buah-buahan lainnya. Keberagaman produk olahan nanas madu merupakan faktor penting untuk meningkatkan minat konsumen. Nanas madu pemalang mempunyai rasa yang khas dibanding nanas lainnya. Hal ini merupakan peluang untuk meningkatkan komoditi buah ini. Produk olahan nanas madu saat ini masih terbilang sedikit dibanding produk olahan buah lainnya. Komoditi unggulan ini sudah banyak dipasarkan dengan bentuk buah.
Pengolahan nanas madu menjadi olahan unggulan merupakan ide yang akurat untuk mengembangkan pertanian di Kabupaten Pemalang. Produk olahan untuk saat ini yang sudah ada yaitu manisan nanas, dodol nanas, sari minuman nanas, sirup nanas, selai nanas.
Banyaknya pesaing membuat produk olahan nanas ini semakin menurun. Inovasi produk olahan yang menentukan komoditi nanas meningkat, nanas merupakan buah yang banyak diminati kalangan masyarakat. Usaha untuk membuat suatu inovasi produk yaitu dengan membuat kopi nanas. Teknik pengemasan menggunakkan alumunium foil sehingga kopi nanas madu yang sudah dikemas tidak mudah rusak. Kemasan kopi nanas madu ini dibuat beragam agar nantinya konsumen bisa memilih sesuai kebutuhannya. kopi nanas ini mengambil ekstrak dari buah nanas madu, sehingga para pecinta kopi dapat merasakan rasa kopi dipadukan dengan sari nanas madu. Usaha produk olahan ini sangat memungkinkan untuk meningkatkan nilai jual nanas madu dikabupaten Pemalang.

IV. Penutup

Pembudidayaan nanas di Indonesia sudah merata dibeberapa daerah secara otomatis produksi yang dihasilkan banyak juga. Untuk itu mengatasi masalah tersebut sebaiknya pemerintah berpartisipasi dalam pemasaran nanas agar sesuai  dengan harga yang cocok supaya para petani tidak rugi. Dengan produksi buah nanas yang melimpah di Indonesia supaya tidak busuk dalam pemasaran tersebut sebaiknya langsung dipasarkan atau dioloah ke dalam berbagai jenis makanan.Nanas madu merupakan komoditi unggulan didaerah Pemalang sehingga tidak sedikit masyarakat Pemalang menanam tanaman nanas dilahan atau pun diarea latar rumahnya. hampir diseluruh kawasan kaki gunung selamet yaitu moga, pulosari, belik dan sekutarnya mengandalkan komoditi unggulan ini selain menanam sayuran. Usaha membuat produk olahan dari nanas madu ini diharapkan mampu meningkatkan harga jual bahan baku yang tinggi. Inovasi olahan Kopi nanas dan keripik nanas diharapkan  mampu bersaing dengan produk lain dan juga selalu diminati oleh konsumen.


















Daftar Pustaka




Tidak ada komentar:

Posting Komentar