KAPITA
SELEKTA
PEMANFAATAN DAN PENGOLAHAN BUAH
NANAS MADU UNTUK MENINGKATKAN NILAI JUAL TERHADAP PASAR
DI KABUPATEN PEMALANG
Disusun
oleh :
Muhammad Adhi Prasetio
20150220221
PROGRAM STUDI
AGRIBISNIS
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
YOGYAKARTA
2017
I.
PENDAHULUAN
A. Komoditi
nanas madu
Nanas merupakan tanaman buah berupa
semak yang memiliki nama ilmiah Ananas comosus. Memiliki nama daerah danas
(Sunda) dan neneh (Sumatera). Dalam bahasa Inggris disebut pineapple dan
orang-orang Spanyol menyebutnya pina. Nanas berasal dari Brasilia (Amerika
Selatan) yang telah di domestikasi disana sebelum masa Colombus. Pada abad
ke-16 orang Spanyol membawa nanas ini ke Filipina dan Semenanjung Malaysia,
masuk ke Indonesia pada abad ke-15, (1599). Di Indonesia pada mulanya hanya
sebagai tanaman pekarangan, dan meluas dikebunkan di lahan kering (tegalan) di
seluruh wilayah nusantara. Tanaman ini kini dipelihara di daerah tropik dan sub
tropik.
Buah
nanas mengandung vitamin C dan A yang dibutuhkan oleh tubuh, selain
menyehatkan, menyembuhkan juga dapat mengembalikan semangat aktifitas dan
menyegarkan tubuh. Hingga kini belum banyak masyarakat menyadari manfaat pada
buah nanas. Bahkan tidak jarang masyarakat mengetahui bahwa buah nanas madu ini
mengandung banyak vitamin yang diperlukan oleh tubuh.
Tabel kandungan Gizi Buah Nanas Madu (tiap 100 gr )
Unsur gizi
|
Kandungan
|
Kalori (kal)
Protein
(g)
Lemak
(g)
Karbohidrat
(g)
Kalsium
(Mg)
Fosfor
(Mg)
Besi
(Mg)
Vitamin
A (SI)
Vitamin
B (Mg)
Vitamin
C (Mg)
Air
(g)
|
52
0,4
0,2
13,7
16
11
0,3
130
0,08
24
85,3
|
Sumber : Direktorat Gizi Departemen
Kesehatan RI (1996)
B. Produksi
nanas madu
Potensi
pengembangan nanas madu masih cukup luas lebih kurang 600 ha, meskipun budidaya
nanas madu masih secara konvensional, tetapi nanas organik yang sangat diminati
oleh masyarakat di Kabupaten Pemalang termasuk di luar Kabupaten. Sentra utama pengembangan nenas di
Kabupaten Pemalang, tersebar di 3 (tiga) Kecamatan, yaitu Kecamatan Belik, Moga
dan Pulosari. Disamping itu, nanas juga memungkinkan dikembangkan di Kecamatan
lainnya.
Masa panen nanas di Kabupaten Pemalang
berlangsung sepanjang tahun, panen raya nanas terjadi pada bulan April hingga
September (5 bulan). budidaya nanas di Kabupaten Pemalang dilakukan secara
sederhana/tradisional di lahan, pekarangan dan tegalan.
Kebun nanas pada umumnya berupa bentuk hamparan dibawah tegakan tanaman
cengkeh, kopi dan Jabon pada kondisi tanah berbatu
dengan produksi rata-rata 40.000 butir/ha berupa hamparan tanaman nanas di
lahan petani, 80 ha lagi dilahan perhutani. Tanaman nanas ditanam pada
ketinggian 650 mdpl.
Potensi pengembangan nanas di Kabupaten
Pemalang masih cukup luas, namun sesuai dengan tata guna lahan untuk peruntukan
tanaman nanas masih ada peluang pengembangan nanas seluas 300 ha pada tahun
2012 yang meliputi kecamatan Belik, Pulosari dan Moga.
No
|
Kecamatan
|
Luas areal (Ha)
|
Luas Panen (Ha)
|
Rata- rata Hasil (Ton/Ha)
|
1
|
Belik
|
474
|
312
|
18.960
|
2
|
Moga
|
40
|
27
|
1.600
|
3
|
Pulosari
|
17
|
10
|
8.600
|
Sumber : Departemen Pertanian
Wilayah Pemalang
C. Permintaan nanas madu
Pada
mulanya nanas madu oleh para petani di Belik Pemalang dimanfaatkan sebagai
tanaman kelestarian lingkungan hidup untuk menghindari tanah longsor. Oleh
karena itu ditanam pada tanah sengkedan, sehingga tidak terjadi longsor, akan
tetapi sekarang ini merupakan budiddaya yang diusahakan petani karena sangat
menguntungkan. Nanas salah satu komoditi buah unggulan Indonesia
yang banyak digemari masyarakat lokal maupun luar negeri..
Berdasarkan data BPS Tahun 2012, produksi nanas di Indonesia mencapai 1.275.490
ton atau sekitar 7,05 % dari produksi buah nasional. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS)
2013,impor buah Indonesia mencapai 502,3 ribu ton dengan nilai 647,3 juta dollar
AS untuk buah segar dan kering.
tujuan ekspor sebagian besar nanas
Indonesia diekspor ke Amerika Serikat, Belanda dan Spanyol. Untuk tahun 2014,
ekspor nanas Indonesia ke Amerika Serikat mencapai 29,13% dari total ekspor
nanas, diikuti oleh Belanda (11,14%) dan Spanyol (9,13%). Ekspor nanas ke
ketiga negara tersebut secara kumulatif mencapai 49,40%. Impor nenas Indonesia
sebagian besar berasal dari Vietnam, Thailand, Austria dan Uni Emirat Arab yang
merupakan impor nanas. Pada tahun 2014 impor nenas dari Vietnam mencapai 42,12%,
diikuti oleh Thailand (33,19%), Austria (13,57%) dan Uni Emirat Arab (6,06%)
Ekspor Nanas
Indonesia
|
Impor Nanas
Indonesia
|
||
2013
|
179.096
|
2013
|
260
|
2014
|
192.315
|
2014
|
170
|
Sumber : epublikasi.setjen.pertanian.go.id/
Nanas madu merupakan
komiditi unggulan di Pemalang, oleh karena itu banyaknya permintaan pasar akan
kebutuhan konsumen. Didaerah Pemalang sekarang banyak yang membudidayakan
tanaman nanas madu untuk menunjang
perekonomian dalam keluarga. Para petani nanas madu biasanya selain
menjual kepada tengkulak mereka juga memasarkan nanas madu ini ke
supermarket,pusat oleh-oleh dan swalayan. Adapun produk olahan dari buah nanas
madu yang diminati oleh banyak konsumen.
II. produk
dan proses produksi
A. gambaran
produk
Bahan pangan pada umumnya tidak
selalu dikonsumsi secara langsung tetapi sebagian besar diolah menjadi berbagai
jenis bentuk olahan makanan lainnya. Nanas madu tidak hanya enak dikonsumsi
langsung sebagai buah. Banyak yang mengolah nanas madu ini menjadi makanan yang
diminati dan menjadi sumber penghasilan tersendiri. Dengan perkembangan
pengetahuan dan teknologi kini dari buah nanas dapat diolah menajadi berbagai
macam produk, diantaranya selai nanas, dodol nanas, sirup nanas. Diketahui didalam buah nanas banyak mengadung vitamin yang sangat
bermanfaat bagi tubuh
manusia.
B. proses
produksi
Di
daerah Kabupaten Pemalang untuk
produk nanas madu
yang sudah diproduksi dalam skala industri rumah tangga dan telah mempunyai
pasar adalah sirup, dodol dan selai nenas. Oleh sebab itu teknologi pengolahan
produk ini perlu dioptimalkan agar menghasilkan produk dengan kualitas tinggi
dan stabil, sehingga mempunyai daya simpan dan keamanan tinggi.
1.
Penyiapan
Bahan Baku
Penyipaan bahan baku dilakukan
untuk memisahkan buah nanas yang kualitas baik dengan buah nanas kualitas
kurang baik sehingga tidak mempengaruhi rasa dari produk olahan tersebut.
2.
Proses
Pengolahan bahan baku
Nanas madu yang sudah dilakukan
sortasi selanjutnya dicuci terlebih dahulu agar tidak ada kotoran pada bagian
luar buah nanas madu, penanganan selanjutnya membersihkan kulit pada buah nanas
madu dan dipisahkan dari daging buah nanas yang akan diolah nantinya. Daging
buah nanas madu yang sudah dipisahkan selanjutnya dicuci kembali untuk
membersihkan sisa kotoran setelah penanganan sebelumnya. Penanganan ini berguna
agar rasa dari produk olahan tidak berubah dan tetap higenis, selanjutnya daging
buah dioalah sesuai dengan penganan produk olahan yang akan diproduksi.
Perbedaan produk nanas madu ini mempengaruhi penanganan pada pengoalahan yaiti
dengan menambahan bahan lain untuk setiap produk olahan.
Pengolahan sirup nanas
dilakukan penghancuran daging buah setelah sebelumnya dilakukan pengupasan,
setelah itu daging yang sudah dihancurkan diperas agar mendapatkan sari buah
nanas madu. Sari buah ditambahkan gula (60%), sitrat, garam dan agar untuk
bahan penstabil. Campuran tersebut kemudian dipanaskan dengan suhu 850 °C,
selanjutnya proses penyaringan dan pendingan dengan suhu ±40 °C. Setelah itu
sirup bisa dibotolkan dan dilakukan pasteurisasi untuk memperlambat pertumbuhan
mikroba pada sirup.
Pengolahan selai nanas tidak
jauh berbeda dengan pembuatan sirup nanas hanya saja penambahan gula sebanyak
(55%) dan tidak ada penambahan sitrat, garam dan agar .
Produk olahan dodol setelah
proses penghancuran dilakukan penyaringan untuk memisahkan ampas nanas dengan
sari buah. Sari buah dipanaskan hingga berbentuk bubur kemudian dicampurkan gula,santan
dan tepung ketan setelah itu aduk hingga adonan berbentuk dodol diatas wajan
yang dipanaskan. Proses selanjutnya setelah adonan berbentuk dodol ditiriskan
dan dilakukan pengemasan sesuai dengan timbangan berat kemasan.
Proses pembuatan
sirup nanas
![]() |
Proses pembutan selai
nanas
![]() |
Proses pembuatan
dodol
nanas
![]() |
III.
Pembahasan
Harga eceran bibit nanas madu dijual oleh penangkar
bibit dan pembudidaya nanas madu Pemalang terbilang sangat murah. Bibit dijual
Rp 2 ribu dengan ukuran 25-30cm.
Pembibitan nanas madu dilakukan beberapa tahapan untuk
mendapatkan bibit nanas madu unggulan sehingga buah yang dihasilkan untuk
diproduksi mempunyai grade yang baik. Adapun tahapan pembibitan yang dilakukan
oleh petani di Kabupaten Pemalang dibantu oleh dinas Pertanian Kabupaten
Pemalang dengan penyuluhan secara berkala.
1. Persemaian
Tanaman.
Persemaian untuk
nanas memerlukan perlakuan khusus. Langkah dalam menyiapkan media semai dalam
bak persemaian berupa tepung (misalnya Rootone) pada permukaan belahan batang
untuk mempercepat pertumbuhan akar. Belahan batang pada bak persemaian
disemaikan sedalam 1,5 – 2,5 cm dan jarak tanam 5-10 cm. Kondisi media
persemaian dijaga agar tetap lembab dan sirkulasi udara baik, dengan menutup
bak persemaian dengan lembar plastic tembus cahaya (bening).
Stek batang
nanas dibiarkan bertunas dan berakar. Tempat persemaian baru yang medianya
disuburkan dengan pupuk kandang disiapkan. Campuran media berupa tanah halus,
pasir dan pupuk kandang halus (1:1:1) atau pasir dengan pupuk kandang halus
(1:1). Langkah terakhir adalah memindahtanamkan bibit nanas dari persemaian
perkecambahan ke persemaian pembesaran bibit.
2. Pemeliharaan
Bibit
Pemeliharaan
pembibitan/persemaian penyiraman dilakukan secara berkala dijaga agar kondisi
media tanam selalu lembab dan tidak kering supaya bibit tidak mati. Pemupukan
dilakukan dengan pemberian pupuk kandang dengan perbandingan kadar yang sudah
ditentukan. Penjarangan dan pemberian pestisida dapat dilakukan jika
diperlukan.
3. Pemindahan
Bibit
Pemindahan bibit
dapat dilakukan jika ukuran tinggi bibit mencapai 25-30 cm atau berumur 3-5
bulan
Usaha nanas madu
merupakan usaha agribisnis yang sangat menjanjikan dari segi ekonomi, sifat
tanaman nanas madu yang bandel, minim risiko dan kebutuhan buah nanas madu yang
sangat tinggi bisa dijadikan salah satu alasan mengapa harus memilih
membudidayakan buah ini.
Tingkat permintaan
konsumen yang tinggi terhadap produk olahan nanas madu sehingga dapat
meningkatkan harga komoditi tersendiri. Produk olahan ini tentunya tidak kalah
bersaing dengan produk olahan buah-buahan lainnya. Keberagaman produk olahan
nanas madu merupakan faktor penting untuk meningkatkan minat konsumen. Nanas
madu pemalang mempunyai rasa yang khas dibanding nanas lainnya. Hal ini
merupakan peluang untuk meningkatkan komoditi buah ini. Produk olahan nanas
madu saat ini masih terbilang sedikit dibanding produk olahan buah lainnya.
Komoditi unggulan ini sudah banyak dipasarkan dengan bentuk buah.
Pengolahan nanas
madu menjadi olahan unggulan merupakan ide yang akurat untuk mengembangkan
pertanian di Kabupaten Pemalang. Produk olahan untuk saat ini yang sudah ada
yaitu manisan nanas, dodol nanas, sari minuman nanas, sirup nanas, selai nanas.
Banyaknya pesaing
membuat produk olahan nanas ini semakin menurun. Inovasi produk olahan yang
menentukan komoditi nanas meningkat, nanas merupakan buah yang banyak diminati
kalangan masyarakat. Usaha untuk membuat suatu inovasi produk yaitu dengan
membuat kopi nanas. Teknik pengemasan menggunakkan alumunium foil sehingga kopi
nanas madu yang sudah dikemas tidak mudah rusak. Kemasan kopi nanas madu ini
dibuat beragam agar nantinya konsumen bisa memilih sesuai kebutuhannya. kopi nanas
ini mengambil ekstrak dari buah nanas madu, sehingga para pecinta kopi dapat
merasakan rasa kopi dipadukan dengan sari nanas madu. Usaha produk olahan ini
sangat memungkinkan untuk meningkatkan nilai jual nanas madu dikabupaten Pemalang.
IV. Penutup
Pembudidayaan nanas di
Indonesia
sudah merata dibeberapa daerah secara otomatis produksi yang dihasilkan banyak juga. Untuk
itu mengatasi
masalah tersebut sebaiknya
pemerintah berpartisipasi dalam pemasaran nanas agar sesuai dengan
harga yang cocok supaya para petani tidak rugi. Dengan produksi buah nanas yang
melimpah di Indonesia supaya tidak busuk dalam pemasaran tersebut sebaiknya
langsung dipasarkan atau dioloah ke dalam berbagai jenis makanan.Nanas madu merupakan komoditi unggulan didaerah Pemalang
sehingga tidak sedikit masyarakat Pemalang menanam tanaman nanas dilahan atau
pun diarea latar rumahnya. hampir diseluruh kawasan kaki gunung selamet yaitu
moga, pulosari, belik dan sekutarnya mengandalkan komoditi unggulan ini selain
menanam sayuran. Usaha membuat produk olahan dari nanas madu ini diharapkan
mampu meningkatkan harga jual bahan baku yang tinggi. Inovasi olahan Kopi nanas
dan keripik nanas diharapkan mampu
bersaing dengan produk lain dan juga selalu diminati oleh konsumen.



